Latest News

Selasa, 28 Maret 2017

Contoh Laporan Skripsi Sistem Pendukung Keputusan Metode Weighting Product BAB 1

Contoh Laporan Skripsi BAB 1 Sistem Pendukung Keputusan Metode Weighting Product
MWSOFFICIAL - Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Sistem pendukung keputusan adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang menfghgolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.

Pada BAB 1 biasanya menjelaskan latar belakang yang berisikan sejumlah paragraf yang menjabarkan hal-hal yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian. Pada umumnya, hal yang melatarbelakangi peneliti ini berkaitan dengan adanya masalah pada suatu aspek sehingga perlu dilakukan penelitian. Dalam penjabaran latar belakang ini, peneliti sebaiknya mempertimbangkan topik atau bahasan masalah yang esensi dan menarik, sehingga dapat menyadarkan akan pentingnya penelitian pada aspek tersebut. Berikut ini adalah contoh laporan skripsi pada BAB 1, langsung saja simak dibawah ini.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Estu Kopi adalah salah satu usaha perorangan yang melayani penjualan kopi. Banyak jenis kopi yang di tawarkan disini. Konsumen terkadang bingung dalam memilih kopi mana yang paling enak. Dalam pemilihan kopi tersebut terkadang konsumen kecewa karena rasa kopi yang dipilihnya ternyata tidak seperti yang dia banyangkan. Konsumen yang tadinya membanyangkan kopi pilihannya enak, ternyata setelah diminum rasanya kurang enak.

Metode Weighting Product (WP) adalah salah satu metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah Multi Attribute Decision Making (MADM). Metode WP menggunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan dahulu dengan bobot atribut yang bersangkutan (Yoon, 2006).

Untuk memudahkan konsumen dalam memilih kopi favorite pada Estu Kopi tersebut, maka diperlukan adanya sistem pendukung keputusan pemilihan kopi favorite pada Estu Kopi. Berdasarkan uraian diatas, dalam penulisan laporan penelitian ini penulis mengambil judul “Sistem Pemilihan Kopi Favorite Untuk Mempermudah Dan Meningkatkan Layanan Konsumen Di Estu Kopi Berbasis Web Dengan Metode Weighting Product”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang ada yaitu bagaimana membangun sistem pemilihan kopi favorite untuk mempermudah dan meningkatkan layanan konsumen di Estu Kopi berbasis web dengan metode Weighting Product.

1.3 Batasan Masalah
Pada dasarnya permasalahan dalam proses pemilihan kopi ini cukup luas, tetapi agar sesuai yang telah di rencanakan sebelumnya diperlukan batasan-batasan agar tujuan penelitian dapat tercapai. Adapun batasan-batasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • 1.Pengambilan data untuk penelitian ini diperoleh dari Estu Kopi.
  • Sistem ini hanya sebagai alat bantu konsumen untuk memilih kopi favorite mereka. Namun keputusan akhir tetap berada pada selera konsumen.
  • Metode yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah Weighting Product dalam menyelesaikan masalah Multi Attribute Decision Making (MADM), bukan Fuzzy Multi Attribute Decision Making (FMADM).
  • Output dari sistem ini adalah urutan rangking nama kopi mulai dari yang tertinggi sampai terendah.
  • Kriteria yang digunakan meliputi bahan campuran, warna, aroma, rasa dan khasiat.
1.4 Tujuan
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini untuk menghasilkan aplikasi web untuk proses pemilihan kopi pada Estu Kopi.

1.5 Manfaat
Sedangkan manfaat yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah:
  • Bagi Pemilik Usaha : Menambah wawasan penggunaan teknologi informasi untuk proses pemilihan kopi.
  • Bagi Akademik : Diharapkan menambah referensi mengenai aplikasi pemilihan kopi.
  • Bagi Penulis : Menambah wawasan dan pengalaman dalam merancang sebuah sistem dan mengimplementasikan ke dalam aplikasi khususnya berbasis web.
1.6 Metode Penelitian
1.6.1 Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang benar-benar akurat, relevan, valid, maka penulis mengumpulkan sumber data dengan cara :
a. Sumber Data Primer
Adalah data yang diperoleh langsung dari perusahaan baik melalui pengamatan dan pencatatan terhadap obyek penelitian. Meliputi :
i. Observasi
Pengumpulan data memalui pengamatan dan pencatatan terhadap peristiwa yang diselidiki. Data yang diperoleh yaitu :
  • Data Kopi (Kopi Java Arabica, Sumatra Mandheling, Kopi Jetak, Flores, Jolong, dan lain sebagainya)
  • Data Kriteria Penilaian (Bahan campuran, warna, aroma, rasa dan khasiat)
ii. Wawancara
Pengumpulan data melalui tatap muka atau tanya jawab langsung dengan sumber data atau pihak-pihak yang berkepentingan yang berhubungan dengan penelitian.
  • Wawancara kepada pemilik
  • Wawancara kepada koki
  • Wawancara kepada waiter
b. Data Sekunder
Adalah data yang diambil secara tidak langsung dari obyek penelitian. Data ini diperoleh dari buku-buku, dokumentasi, dan literature-literature. Meliputi:
  • Studi Kepustakaan: Pengumpulan data dari buku-buku yang sesuai dengan tema permasalahan.
  • Studi Dokumentasi : Pengumpulan data dari literatur-literatur dan dokumentasi dari internet, diktat, maupun sumber lain.
1.6.2 Metode Pengembangan Sistem
Teknik analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan paradigma perangkat lunak secara waterfall. Fase-fase dalam Waterfall Model menurut referensi Sommerville (2007), yaitu :
  • Requirements analysis and definition : Mengumpulkan kendala dan tujuan secara lengkap kemudian dianalisis dan didefinisikan secara rinci untuk dijadikan sebagai spesifikasi sistem.
  • System and software design : Menetapkan sebuah arsitektur sistem secara keseluruhan. Software design menggambarkan dasar software system abstractions dan hubungan mereka.
  • Implementation and Unit Testing : Selama tahap ini, desain perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Unit pengujian melibatkan verifikasi bahwa setiap unit memenuhi spesifikasinya.
  • Integration and system testing : Unit program individu atau program yang diintegrasikan dan diuji sebagai sistem yang lengkap untuk memastikan bahwa persyaratan software telah dipenuhi. Setelah pengujian, sistem perangkat lunak dikirim ke pelanggan.
  • Operation and maintenance : Sistem diinstal dan mulai digunakan, kemudian dipelihara dengan cara mengoreksi kesalahan yang tidak ditemukan pada tahap awal dan meningkatkan kinerja sistem. Namun tidak digunakan.
1.6.3 Metode Perancangan Sistem
Untuk metode pengembangan sistem yang akan digunakan dalam penulisan laporan skripsi ini yaitu dengan menggunakan UML yang meliputi beberapa tahap menurut Sholiq (2010) yaitu:
  • Diagram Bisnis Use Case : Diagram use case bisnis digunakan untuk mempresentasikan bisnis yang dilakukan organisasi dan juga untuk memodelkan aktivitas bisnis organisasi sebagai landasan pembuatan use case sistem. Diagram ini menunjukkan interaksi antara use case bisnis dan aktor bisnis atau pekerja bisnis dalam sebuah organisasi.
  • Diagram Sistem Use Case : Diagram use case menyajikan interaksi antara use case dan aktor dalam sistem yang akan dikembangkan. Use case adalah fungsi-fungsi atau fitur-fitur apa saja yang disediakan oleh sistem informasi yang akan dikembangkan tersebut kepada pengguna sistem. Sedangkan aktor bisa berupa orang, peralatan, atau sistem lain yang berinteraksi terhadap sistem yang akan dibangun
  • Diagram Kelas : Diagram kelas menunjukkan interaksi antara kelas-kelas dalam sistem. Kelas juga dapat dianggap sebagai cetak biru dari obyek-obyek di dalam sistem. Cetak biru adalah model yang akan membantu anda merencanakan setiap bagian-bagian sebelum anda benar-benar membangunnya. Sebuah kelas mengandung informasi (attribute) dan tingkah laku (behavior) yang berkaitan dengan informasi tersebut.
  • Diagram Sekuensial : Diagram sekuensial adalah diagram interaksi yang disusun berdasarkan urutan waktu. Diagram sekuensial (sequence diagram) digunakan untuk menunjukkan alur (flows) fungsionalitas yang dimulai sebuah use case yang disusun dalam urutan waktu. Obyek pada diagram sekuensial bisa disajikan dengan 3 cara yaitu nama obyek, nama kelas dan/atau nama obyek dan kelasnya.
  • Diagram Aktivitas : Diagram aktivtas adalah sebuah cara untuk memodelkan alur kerja dari use case bisnis atau use case sistem dalam bentuk grafik. Diagram ini menunjukkan langkah-langkah di dalam alur kerja, titik-titik keputusan di dalam alur kerja, siapa yang bertanggung jawab menyelesaikan masing-masing aktivitas dan obyek-obyek yang digunakan dalam alur kerja. Diagram aktivitas menggambarkan aliran fungsionalitas sistem
  • Diagram Statechart : Diagram statechart memungkinkan untuk memodelkan bermacam-macam state yang mungkin dialami oleh obyek tunggal. Jika pada diagram kelas menunjukkan gambaran statis kelas-kelas dan relasinya, diagram statechart digunakan untuk menggambarkan perilaku dinamik sebuah obyek tunggal. Diagram ini merupakan cara yang tepat untuk memodelkan perilaku dinamis sebuah kelas.
Untuk contoh laporan skripsi BAB 1 selengkapnya bisa di download pada link dibawah ini secara GRATIS.
Artikel Terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flag Counter

Flag Counter

Statistic